Prinsip Dasar Penjadwalan Manajemen Proyek Sistem Informasi –  Lagi-lagi Herugan berbagi materi kuliah, daripada hanya disimpan saja lebih baik Herugan share dengan harapan dapat membantu sobat semua yang sedang cari referensi berkaitan dengan Penjadwalan Manajemen Proyek Sistem Informasi atau Penjadwalan Manajemen Proyek. Silahkan sobat gunakan dengan sebaik-baiknya bila dibutuhkan, namun jangan lupa sertakan LINK SUMBER ya. Ok langsung saja.

Prinsip Dasar Penjadwalan Manajemen Proyek Sistem Informasi

Prinsip Dasar Penjadwalan Manajemen Proyek Sistem Informasi

Ada beberapa prinsip dasar yang bisa dipergunakan untuk membantu dalam penjadwalan suatu proyek yaitu :

1. ) Compartmentalization (pembagian)

Proyek harus dapat dibagi menjadi sejumlah aktifitas dan pekerjaan yang dapat dikendalikan. Untuk itu bisa dilakukan dekomposisi terhadap produk dan proses.

2.) Interdependency (saling ketergantungan)

Ketidakbergantungan dan ketergantungan masing-masing aktifitas harus ditentukan. Beberapa aktifitas harus terjadi secara secara sekuensial atau parallel.

3.) Time allocation (Alokasi waktu)

Masing-masing aktifitas yang terjadwal harus dialokasikan menjadi unit kerja (missal person-days ). Selain itu setiap aktifitas harus jelas tanggal awal dan dan tanggal selesai selesainya.

4.) Effort validation (validasi kerja)

Setiap proyek mempunyai sejumlah anggota staf tertentu. Pada saat alokasi waktu dilakukan, maka manajer proyek harus yakin bahwa semua aktifitas bisa dikerjakan sesuai dengan resource yang ada. Misal: sebuah proyek mempunyai 3 staf anggota (misal diperlukan 3 person-day ). Pada hari yang sama harus dikerjakan 7 aktifitas yang bersamaan. Masing-masing aktifitas perlu 0.50 person-days, ini menunjukkan bahwa lebih banyak kerja yang diprogramkan dari pada staf yang dialokasikan.

5.) Defined responsibilities (batasan tanggungjawab)

Setiap aktifitas yang terjadwal harus memiliki tim pelaksana yang spesifik.

6.) Defined outcomes (batasan keluaran)

Setiap aktifitas yang terjadwal sebaiknya mempunyai target output yang jelas. Untuk proyek software , target tersebut biasanya sebuah produk kerja (missal desain sebuah modul) atau sebagian dari produk kerja.

7.) Defined milestones

Setiap aktifitas atau sekelompok aktifitas sebaiknya berhubungan dengan project milestone.