Salam Sukses Sobat semua…

Berbicara uang, kini Herugan punya sedikit cerita pengalaman pribadi yang bisa kita ambil hikmahnya untuk lebih profesional dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Sebelum ke cerita, Herugan menghimbau kepada sobat semua : Jangan Sampai Dibutakan Oleh UANG dalam kondisi seperti apapun, jangan sampai karena UANG tanggung jawab & kewajiban terabaikan. Baiklah berikut sedikit ceritanya :

Saat masih dibangku kuliah dulu, dalam keseharian tidak lepas dari yang namanya Monitor. Saat perkuliahan selalu duduk manis depan monitor, sepulang kuliah pun monitor, makan di depan monitor, tidur di sisi monitor, sampai bisa dibilang laptop kekasih Herugan yang senantiasa menemani kemanapun Herugan pergi (Lebay dehh..^_^), ya begitulah kuliah di Kampus IT. Terus apa yang dikerjakan di depan monitor Herugan ? Yaa apa pun itu selama itu halal hhhee, yang jelas disamping untuk tugas kuliah juga untuk mencari recehan di internet (yaa sekedar buat keseharian di negeri orang). Sampai ketemu titik enjoy di Bisnis Online & Web Developer hingga saat ini. Sampai-sampai di kampus selalu ditunjuk teman kelompok untuk tugas yang berkaitan dengan bisnis online dan website.

Hingga Saat di akhir-akhir semester (Kalau tidak salah di semester 6, masih hangatnya masa Skripsi) Herugan dipercaya untuk jadi pembicara mewakili teman kelompok untuk tugas website dan bisnis online di depan Dosen E-Commerce ( Bisnis Online ), beliau sekaligus Manager Proyek Website Developer. Hasil akhir Nilai Alhamdulillah Istimewa, ya tidak mengecewakan teman-teman lah. Singkat cerita, Melihat presentasi Herugan di depan kelas tersebut, dosen tersebut merekomendasikan Herugan kepada Perusahaan Website Developer yang kebetulan Dipimpin oleh salah satu orang terbaik Indonesia ( Maaf Tidak Menyebutkan Merk, hhee ). Langsung beberapa hari kemudian Herugan Di Message untuk Interview, dan hasilnya langsung diterima bekerja (Freelance) sekaligus pemberian proyek website pertama.

Seiring berjalannya waktu, tuntutan proyek pun semakin menggoda. Saat proyek ke sekian kalinya, tawaran pun semakin menantang (Termasuk menantang masa depan, hhhee). Satu proyek website dituntut untuk selesai hanya dalam waktu beberapa hari saja, dengan sistem yang semakin kompleks pula. Nominal pun bisa di Request (Mulai puyeng disini). Di titik ini Herugan mulai Resah gelisah (Bahasa kerennya Galau). Betapa tidak, di ruang kerja Herugan diintrogasilah secara empat mata, ditambah semilirnya AC yang membuat makin dingin. Kira-kira seperti ini :

(M adalah bagian Management, H adalah Herugan)

“Bagian management mulai menjelaskan model sistem website yang diinginkan”

M : Apakan anda sanggup untuk proyek website kali ini ?

H : Ya Sanggup, saya akan lakukan yang terbaik.

M : Berapa nominal yang anda inginkan ?

H : ….diam sejenak. Sesuai sistem website tersebut, saya akan senang mengerjakannya dengan Rank nominal …….Jt (teeettt, sensor).

M : Baiklah kalau begitu. Namun saya harap website tersebut selesai seminggu kemudian terhitung besok, bagaimana ?

H : Innalillahi, bikin website kayak bikin tempe saja, mana sistemnya kompleks lagi (dalam hati).. Diam agak lama….

M : Bagaimana ? Apakah anda sanggup ?

H : …emmm, begini… sistem website kali ini memang cukup kompleks, diluar itu saya sudah menjelaskan di awal bahwa saya masih dalam masa Skripsi, dan sekarang baru proses Bab III. Apakah tidak ada tambahan waktu agar saya bisa menyelesaikan website tersebut dengan baik dan Skripsi saya berjalan dengan lancar?

M : Lalu berapa lama ?

H : ..Tidak pikir panjang lebar… Bgaimana kalau 1 Bulan ?

M : Waduuhh, sedangkan website tersebut seminggu kemudian harus sudah selesai dan dipresentasikan. Saya ingin website tersebut selesai seminggu kemudian, kalau sebulan itu terlalu lama. Kalau begitu Proyek tersebut biar saya berikan ke programmer lain.

H : siapa juga yang berani bikin secepat itu (dalam hati.. pikir pasti dan tak mungkin ada yang bisa).. iya maaf, seperti itu batas kemampuan saya untuk menyelesaikan, karena saya juga masih punya tanggung jawab di kampus, yaitu Skripsi.

M : Begini, untuk proyek website kali ini, Bagaimana kalau anda tinggalkan Skripsi anda dahulu agar fokus pada proyek website ini ?

H : Yang benar saja .. (dalam hati), secara bijak lalu berkata ” Maaf, saya tidak bisa. Itu merupakan kewajiban dan tanggung jawab saya kepada kampus terutama kepada orang tua saya untuk menyelesaikan Skripsi saya tepat waktu. Karena target saya gelar Sarjana Komputer selesai dalam waktu 3 tahun. Namun bila dengan proyek website ini anda bisa menjamin masa depan saya sekaligus untuk keluarga cerah dan pasti, saya akan lakukan itu. Beberapa saat saya akan hentikan proses pengerjaan Skripsi saya.”

M : emmm.. (kebingungan, lalu menglihkan pembicaraan).. Ya sudah, proyek website kemarin sampai mana? Bisa saya lihat ?

H : yaah beralih ke topik lain deh (dalam hati..).. Baik, ini hasilnya.

THE END.

Demikian sobat ceritanya. Semoga cerita ini, yang Herugan beri judul : Uang Penggoda Masa Depanku dapat memberikan manfaat bagi kita semua, amin. Sekali lagi, jangan karena uang kita lalai dengan kewajiban dan tanggung jawab. Jangan karena terdesak kita mengambil jalan pintas, Selalu berfikir jernih dan positif selalu. Sekian… ^_^